goblok
tak mau belajar

KORUPSI YUK …. (TAPI JANGAN LEBIH DARI 25JT)

Menarik disimak isi draf RUU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain menyebutkan tidak ada hukuman mati bagi para koruptor, ternyata pelaku korupsi di bawah Rp 25 juta, akan diampuni dan tidak dijebloskan ke dalam penjara dalam arti akan dilakukan penghentian tuntutan terhadap mereka.

Tapi pembebasan dari tuntutan itu ada syaratnya. Pelaku korupsi Rp 25 juta ke bawah harus mengakui kesalahannya dan mengembalikan hasil kejahatan tersebut kepada negara. Demikian salah satu bocoran Draf RUU Tipikor yang tengah disusun saat ini.

Tim penyusun RUU Tipikor, Andi Hamzah sebagaimana dilansir mediaindo.co.id, Selasa (06/02), turut membenarkan ketentuan tersebut. Pada bagian lain, disebutkan dalam RUU tersebut, ancaman maksimal bagi pelaku korupsi ‘hanya’ hukuman seumur hidup.


Pidana seumur hidup ini dijatuhkan, kata Andi Hamzah, yakni bagi pejabat publik yang menggelapkan uang senilai di atas Rp 5 miliar. Dan itu merupakan dana bencana alam, bencana sosial, dan krisis ekonomi.

Draf berdasarkan hasil rapat tim 30 Januari lalu itu berbeda dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor pada Pasal 2 ayat (2) yang mencantumkan ketentuan tentang pidana mati bagi pelaku korupsi dalam keadaan tertentu. 

Menurut Hamzah, ketentuan yang menghapus pidana mati itu disesuaikan dengan konvensi internasional. Selain itu, jika hukuman mati diberlakukan, Indonesia akan kesulitan mengekstradisi pelaku korupsi yang ada di luar negeri.

“Kita mengikuti konvensi internasional. Kalau ada hukuman mati, kita akan kesulitan untuk melakukan ekstradisi,” katanya. Meskipun demikian, Andi mengatakan draf RUU yang ditanganinya lebih luas mengatur penanganan tindak pidana korupsi jika dibandingkan dengan UU 20/2001.

RUU itu juga menentukan penyidikan kasus korupsi dilakukan kepolisian, kejaksaan, dan penyidik pada KPK (Pasal 36). Namun, hasil penyidikan oleh penyidik itu diserahkan kepada jaksa penuntut umum (Pasal 37).

PK hanya berwenang sampai tingkat penyidikan, tidak seperti sekarang yang berwenang hingga penuntutan. Pengadilan korupsi dilakukan pengadilan negeri setempat untuk diperiksa dan diputus majelis hakim khusus tindak pidana korupsi.

Pengadilan khusus itu dibentuk selambat-lambatnya satu tahun setelah UU diundangkan. Hakim khusus yang dimaksud ialah hakim yang dipilih berdasarkan seleksi di antara hakim yang ada dan mengikuti pelatihan khusus untuk menangani tindak pidana korupsi.

Koordinator Pemantauan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho mengatakan pihaknya sedang membuat paper position terhadap RUU itu. “Kita masih pelajari,” katanya. Di sisi lain, Guru Besar Ilmu Pidana Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita menilai naskah RUU Tipikor yang sedang disusun tim pembahas yang dibentuk Departemen Hukum dan HAM justru sebagai langkah mundur dalam upaya pemberantasan korupsi.

RUU itu merupakan langkah mundur dan tidak sesuai dengan semangat konvensi internasional antikorupsi yang telah ditandatangani oleh Indonesia,” kata Romli. Padahal, lanjut Romli, naskah RUU itu dibuat untuk menyelaraskan UU Pemberantasan Tipikor dengan konvensi yang telah ditandatangani Indonesia pada 2003 tersebut. Pemerintah pun sudah mengeluarkan UU No 7 Tahun 2006 tentang pengesahan UNCAC itu.

Romli mengaku sudah membaca naskah atau draf RUU Pemberantasan Tipikor yang dibuat untuk menggantikan UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor itu. Ia menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang membuat RUU itu sebagai langkah mundur dan tidak sesuai dengan konvensi internasional tentang antikorupsi (UNCAC). Yakni tidak mengatur soal pencegahan korupsi, tidak diatur secara khusus soal pengembalian aset, dan soal kerja sama internasional

duh…. enaknya jadi koruptor …. kalo ketauan korupsi tinggal balikin doang….

Belum Ada Tanggapan to “KORUPSI YUK …. (TAPI JANGAN LEBIH DARI 25JT)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: